Dalam keterangannya pagi ini (Sabtu, 16/2) Andi Arief mengatakan bahwa kantor yang dipimpinnya telah membentuk tim khusus untuk memantau potensi tubrukan asteroid 2012 DA14 dengan bumi. Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga dengan badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).
"Dalam catatan sejarah, asteroid pernah musnahkan spesies. Kalau hal itu pernah terjadi, mengapa kita tidak mulai mengantisipasi untuk pengurangan resiko bencana akibat tumbukan asteroid?" ujar Andi Arief.
Tim kecil yang dibetuk Andi Arief itu terdiri dari DR Didit Ontowirjo, Ir Iwan Sumule dan Ir Anwar Sadat.
"Kalau tidak memulai melihat ini sebagai ancaman, suatu saat kita bisa kcolongan," ujarnya lagi.
Tim khusus itu telah berkordinasi dengan Lapan dan NASA sekitar dua minggu lalu difasilitasi International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP), Kementerian Hukum AS.
[guh]
BERITA TERKAIT: