Apalagi, dalam kehidupan bertatanegara, etika dan kesantunan sesama penyelenggara negara harus dijunjung tinggi, sebagai sebuah bangsa beradab masyarakat Indonesia sudah cukup cerdas untuk menilai ini.
"Sebagai sesama pembantu Presiden, semestinya Pak Muhaimin Iskandar menjaga kondusifitas kinerja Kabinet dan menutupi kekurangan rekan-rekannya sesama Menteri Kabinet, bukan malah mengumbarnya ke area publik," ujar Tim Asistensi Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Atma Winata Nawawi, (Selasa, 5/2).
"Karena keberhasilan dan kegagalan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II akan menjadi milik bersama semua anggota Kabinet beserta parpol pendukungnya," sambung Atma, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti 2008-2009.
Ditambah lagi pernyataan Muhaimin bahwa menteri yang banyak korupsi adalah menteri yang berasal dari nonparpol. Menurutnya, itu adalah pernyataan yang keliru dan menyesatkan.
"Sebaiknya Muhaimin melihat bahwa hingga saat ini baru ada satu menteri yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yaitu Menpora yang notabene nya adalah kader partai karena kasus Hambalang. Sementara menteri nonparpol seperti yang dituduhkan relative lebih bersih dan jauh dari pemberitaan korupsi," ungkapnya.
Karena itu, Atma meminta Muhaimin menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada semua masyarakat Indonesia terutama kepada rekan-rekan beliau di Kabinet yang berasal dari nonparpol. "Mari kita semua meningkatkan kinerja di tahun-tahun terakhir pemerintahan KIB 2 ini. Karena hari ini rakyat berharap kehidupan yang lebih baik, tanpa terpengaruh gonjang-ganjing politik dan saling lempar pernyataan anta elit negara ini," tandasnya.
Kemarin, Muhaimin menegaskan ketidaksetujuannya atas banyaknya penilaian bahwa menteri dari partai lebih banyak bermasalah dibanding dari nonpartai.
"Makanya, kita lihat kinerjanya saja. Banyak menteri yang nonparpol bermasalah, kinerjanya tidak baik. Saya sebagai menteri ingin mengatakan bahwa darah dan pengabdian saya untuk bangsa tidak perlu diragukan," kata Muhaimin, seperti dilansir
Harian Sindo."Menteri yang banyak persoalan dan korupsinya justru yang bukan dari parpol. Memang seharusnya ini bukan saya yang ngomong karena saya adalah menteri. Hanya masalahnya, ada sentimen terhadap parpol di era transisi demokrasi ini sehingga yang diamati terus menteri dari parpol," tandas Muhaimin.
[zul]
BERITA TERKAIT: