Surya Paloh memang sejak awal sudah disiapkan akan menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem setelah lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilihan Umum 2014.
"Partai ini memang didesain oleh Pak Surya Paloh dan semua kami sadar setelah lolos jadi peserta Pemilu itu harus dipimpin oleh Pak Surya Paloh. Jadi bukan Pak Surya Paloh mau mengambil alih, apalagi dengan bahasa sarkartik mau kudeta," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Sugeng Suparwoto kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 23/1).
Dia menjelaskan, sekitar dua tahun lalu setelah ulang tahun organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat yang didahului seminar dan simposium, disadari bahwa untuk merestorasi Indonesia tidak cukup hanya dengan mengandalkan ormas.
Karena ormas hanya mempunyai dua tugas, yaitu moral force dan social activity. Sementara untuk merestorasi Indonesia tak bisa hanya melakukan dua hal tersebut. "Tetapi juga menyangkut terobosan konsititusi. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan partai politik," jelas Sugeng Suparwoto.
Makanya pada saat itu, ada tiga pilihan. Pertama melebur dengan partai yang sudah ada; kedua ormas Nasional Demokrat menjadi partai; ketiga ormas tetap berdiri tapi pada saat bersamaan membentuk partai. "Waktu itu kita berpikir, partai anak kandung ormas, tetap dipimpin Pak Surya Paloh. Tapi kita sadar, termasuk Pak Surya Paloh sendiri," ujarnya.
Saat itu, Surya Paloh meminta tetap memimpin ormas. Karena ormas diharapkan jadi oase baru bagi kehidupan masyarakat waktu itu. Karena itulah, ormas diisi dari berbagai kalangan termasuk beragam partai politik.
"Tapi semua sadar partai ini kalau mau besar harus dipimpin Pak Surya Paloh. Makanya, jalan keluarnya adalah Pak Surya Paloh mengamanahkan kepada tiga orang, Rio Capella sebagai Ketua Umum, Ahmad Rofiq sebagai Sekjen, dan saya sebagai Wakil Ketua Umum untuk membangun partai secara serius dengan berbagai daya dukung semua termasuk staf disiapkan Pak Surya Paloh," ungkapnya.
Makanya, setelah Nasdem dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu bahkan satu-satunya partai baru yang lolos, DPP Partai Nasdem mengembalikan amanah tersebut kepada Surya Paloh, sebagai pemberi amanah.
"Jalan ceritanya begitu. Ada keharusan etik. Kita diberikan amanah, tidak sekadar sebagai volunteer. Semua perangkat macam-macam, kan untuk mendirikan partai butuh biaya. Semua itu (dibiayai) Pak Surya Paloh. Nah, itu sejarahnya," tegasnya.
"Nah rencananya, di kongres kita akan menyerahkan kepada Pak Surya Paloh bahkan kita, daerah-daerah dalam bentuk tertulis meminta Pak Surya Paloh memimpin dan memenangkan partai ini di Pemilu," jelasnya.[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: