Banjir yang melanda Jakarta dan menggenangi Istana Negara memaksa Presiden SBY menunda pertemuan dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez De Kirchner (Kamis, 17/1). Ketinggian air yang menggenangi Istana pada beberapa titik mencapai lutut orang dewasa. Selain karena curah hujan yang begitu deras, air dengan mudah memasuki Istana setelah pintu air Manggarai dibuka.
Kelompok oposisi termasuk yang prihatin melihat kebanjiran yang melanda Istana. Mantan Menteri Pereokonomian Rizal Ramli yang kepada Rakyat Merdeka Online mengatakan dirinya bersedia membantu SBY yang sedang kesulitan menghadapi banjir.
"Hati saya tergerak, dan saya siap membantu dan menampung SBY bila diperlukan," ujar Rizal Ramli kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 17/1).
"Saya siap membantu karena mengamankan SBY sama dengan mengamankan pemerintahan," ujarnya lagi.
"Kalau perlu makanan kami akan mengirimkan mie instan," kata dia lagi.
Sekitar pukul 09.00 tadi pagi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Banjir (BNPB) Syamsul Maarif menghadap Presiden SBY untuk melaporkan kondisi banjir yang melanda. Dalam pertemuan itu SBY mengizinkan pengalihan banjir ke sungai Ciliwung lama.


“Tidak masalah Istana terendam banjir. Yang penting masyarakat terlindungi," ujar SBY seperti dikutip Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: