Catatan Akhir Tahun PAN: Kinerja Pemerintah Bidang Ekonomi Menggembirakan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 29 Desember 2012, 19:27 WIB
Catatan Akhir Tahun PAN: Kinerja Pemerintah Bidang Ekonomi Menggembirakan
hafizs tohir
rmol news logo Pemerintah Indonesia telah meraih berbagai capaian yang menggembirakan, terutama di sektor ekonomi dan pemihakan terhadap ekonomi rakyat sepanjang tahun 2012 ini. Sedangkan di sektor penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, masih diperlukan pembenahan serius. 

Demikian catatan akhir tahun PAN. PAN menggelar acara Refleksi Akhir Tahun di Palembang, Sumatera Selatan (Sabtu, 29/12). Acara ini dihadiri Ketua Pengembangan Organiasi dan Keanggotaan DDP PAN Hafizs Thohir, Sekjend DPP PAN Taufiq Kurniawan, Kapolda dan Kajati Sumatera Selatan, jajaran  DPW PAN Sumatera Selatan, serta tamu undangan dari partai lain dan tokoh masyarakat.

"Sebagai bangsa yang berdaulat, kita patut bersyukur atas capaian ekonomi nasional. Hal ini bukan saja karena kita lolos dari deraan krisis ekonomi, tetapi GDP kita juga melesat cukup signifikan. Bila pada tahun 1998 baru mencapai USD 500, maka kini sudah berada pada angka USD 5800," kata Hafizs Tohir.

PAN memandang, momentum perekonomian yang baik ini terus dijaga dan bahkan ditingkatkan agar masyarakat semakin sejahtera. Oleh karena itu, berbagai kendala yang yang berimplikasi pada laju ekonomi, perlu terus dibenahi.  Sebut saja penyerapan belanja modal pemerintah hingga September, baru mencapai Rp. 62 triliun. Padahal, pagu dalam APBN Perubahan 2012 sebesar Rp. 168,7 triliun. Hal ini tentu berdampak pada pelayanan pada masyarakat.

“Masalah perburuhan juga harus ditangani dengan arif. Meski saat ini Indonesia menjadi negara yang sangat baik bagi investasi asing, namun jika iklim investasi tidak dijaga, kita akan kehilangan kesempatan untuk mendorong roda perekonomian lebih cepat lagi,” ujar Hafizs, putra Sumatera Selatan yang juga akan meramaikan bursa Cagub dan Cawagub dalam Pilkada di Sumatera Selatan.

Pada bagian lain, Hafizs juga mengkritisi masalah penegakan hukum, terutama penuntasan kasus Bank Century dan mega korupsi Hambalang. PAN mendorong agar  Polri dan KPK bisa bersinergi dalam pengungkapan dan penuntasan kasus-kasus korupsi di semua bidang.

Isu lingkungan juga tidak lepas dari  sorotan PAN. Masalah banjir, pengelolaan sampah, dan kemacetan kendaraan di kota-kota besar, hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan. PAN mendorong pada pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi dan bersinergi dalam mengatasi hal-hal di atas mengingat  hal ini merupakan masalah lama yang terus berulang.

PAN juga mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, serta melindungi kepentingan nasional dengan membatasi serta menghentikan ekspor mineral dan batubara pada 2014.

"Ini merupakan komitmen pemerintah yang patut kita apresiasi bersama,” tandas Hafizs.

Dengan kebijakan tersebut, Indonesia akan semakin mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal untuk mendukung industri manufaktur nasional. Kebutuhan akan mineral strategis juga akan mudah dipenuhi dengan adanya kebijakan tersebut.

Di hadapan para para kader PAN yang hadir dalam acara refleksi akhir tahun tersebut, Hafizs meminta agar program-program partai yang nyata menyentuh kepentingan masyarakat banyak harus terus dijalankan dan ditingkatkan kualitasnya. Seperti pembangunan 1000 masjid, pembuatan jembatan gantung di daerah-daerah yang memerlukannya, dan program MAPAN (Maju Bersama PAN) yang selama ini dirasakan manfaatnya bagi pelajar dan mahasisma untuk menekuni dunia bisnis.  [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA