Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) dituding menerima dana kampanye sebesar Rp 6 miliar dari seorang pengusaha berinisial RBT. Uang tersebut diterima Bendahara Tim Kampanye Jokowi-Ahok berinial P dalam kampanye Pilkada DKI Putaran kedua September silam.
RBT adalah pemilik sebuah restoran dan bar di sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta dan di Bali.
Selain berbisnis di restoran dan bar, RBT juga memiliki sejumlah tambang batu bara di Kalimantan Selatan bersama seorang pejabat tinggi negara.
Belakangan, RBT mengungkit 'sedekah besarnya' ke Ahok dipicu oleh pernyataan Ahok di sejumlah media terkait penyusunan APBD DKI 2013.
Tapi, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufiq memastikan, RBT tidak ada dalam daftar donatur pasangan Joko Widodo- Basuki T. Purnama, yang didukung PDI Perjuangan dan Gerindra.
"Saya baru dengar nama itu. Nggak, nggak ada. Saya tahu kok orang yang nyumbang siapa saja. Di dalam laporan keuangan nggak ada. Nggak tahu kalau yang terima pribadi. Saya nggak tahu," ujar Taufiq saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Senin, 10/12).[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: