Partai Golkar akan menjadikan hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia Rabu kemarin sebagai alat peringatan. Diharapkan, Golkar dan terutama Sang Ketua Umum Aburizal Bakrie semakin gencar tampil di tengah masyarakat."Ya, tentu itu semacam mengingatkan Partai Golkar dan termasuk Saudara Aburizal Bakrie bahwa ke depan tentu diharapkan lebih responsif dalam merespons isu-isu nasional yang jadi perhatian masyarakat," jelas Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.
Karena memang, sambung Akbar, penilaian terhadap seserang adalah bagaimana kepekaan dan konsen dia terhadap masalah atau isu yang menjadi perhatian masyakat. Juga tentu masyarakat menilai bagaimana rekam jejak orang tersebut.
"Itu juga akan menentukan persepsi publik kepada yang bersangkutan. Prestasi dalam memimpin organisasi atau mungkin juga satu entitas usaha atau badan usaha. Bisa juga itu satu alat untuk menilai, mengukur keberhasilan seseorang," imbuh Akbar.
Dalam survei opinion leader LSI, dimana respondennya sebanyak 223 para tokoh pembentuk opini, nama Aburizal Bakrie tidak muncul. Nama Aburizal sebenarnya masuk dalam survei. Namun saat scoring, dia dapat nilai kecil, di bawah 60, sehingga tidak muncul. Survei opinion leader ini bukan untuk mengetahui elektabilitas calon, tapi hanya untuk mengetahui kualitas tokoh-tokoh.
Tapi masih ada waktu 1,5 tahun lagi bagi Golkar dan Aburizal untuk menunjukkan kemasyarakat bahwa dirinya mampu dan layak untuk menjadi presiden. "Waktu masih panjang. Masih ada dua tahun lagi. Paling tidak 1,5 tahun. Waktu yang panjang ini dijadikan sebagai peluang untuk menaikkan citra atau elektabilitas seseorang," demikian Akbar. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: