Yakinlah, Sutan Bhatoegana hanya Terprovokasi Adhie Massardi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 29 November 2012, 07:54 WIB
Yakinlah, Sutan Bhatoegana hanya Terprovokasi Adhie Massardi
sutan bhatoegana
rmol news logo Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana diyakini tidak berniat menghina mantan Ketua Umum PBNU Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Sutan menyebut Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden pada tahun 2001 lalu karena terlibat kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate karena terpancing provokasi Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhi Masardhi, pada saat keduanya menjadi pembicara dalam diskusi di gedung Parlemen, Rabu pekan lalu.

"Masak orang seperti Sutan yang kerap keluar di media kok sampai terpancing oleh Adhie Masardhi yang memang kerjaannya selalu bernada provokatif. Saya yakin Sutan tidak punya niat untuk melecehkan Gus Dur. Sutan hanya tanpa sadar terpancing oleh Adhie. Adhie Masardhi kan memang orangnya tidak proporsional," ujar Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat Mamun Murod Al-Barbasy kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 28/11).

Mamun bisa memahami para pendukung Gus Dur berunjuk rasa ke kantor Partai Demokrat. Tapi alangkah bagusnya bila Adhie Masardi juga dimintai pertanggungjawaban.

"Saya yakin kebanyakan orang Indonesia begitu hormat pada sosok Abdurrahman Addakhil (nama asli Gus Dur), termasuk Sutan. Kita harus lihat konteks diskusi saat itu. Adhie selalu pojokin SBY dan cacatan, Adhie tidak pernah secuil pun positif ke SBY. Semua yang dilakukan SBY salah. Adhie kan seperti malaikat aja," sindirnya.

Nah, karena SBY terus-menerus dipojokkan Adhie, sambung Mamun, secara spontan Sutan bilang "Gus Dur pun korupsi". Kenapa Sutan "serang" Gus Dur? Karena yang dihadapi Sutan itu Adhie yang selalu menyebut atau setidaknya disebut media sebagai mantan jurubicara Presiden Gus Dur.

"Adhie dimintai pertanggungjwaban, karena dia sebenarnya pemicu polemik ini. Coba kalau yang hadir di diskusi tersebut tidak ada Adhie, pasti Sutan nggak akan bilang seperti itu," katanya yakin.

Karena itu, Mamun mengkritik Adhie. Adhie jangan selalu berlindung di balik Gus Dur dan jangan pula menganggap dirinya sebagai paling paham tentang Gus Dur dan paling merasa sebagai gusdurian.

"Kasus ini juga harus jadi masukan siapapun, terutama keluarga besar Gus Dur untuk mengingatkn mereka-mereka yang kerap bawa-bawa nama Gus Dur untuk sekadar 'jualan' yang justru akan menegasikan citra Gus Dur. Saya gusdurian, termasuk yang tidak rela ketika Gus Dur dibawa-bawa atau diseret-seret untuk kepentingan yang bersifat pribadi," demikian penulis disertasi di Universitas Indonesia dengan judul Islam dan Negara, Studi  Elit Lokal Muhammadiyah dan NU tentang Ideologi Negara dan Syariat Islam Pasca Orde Baru ini. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA