“Ada 10 aktivitas penting dan strategis sehingga Indonesia dipercaya sebagai salah satu pembicara untuk sharing tentang keberhasilan gerakan Koperasi terkait Tahun Internasional Koperasi 2012,†kata Menkop di ruang tunggu VIP Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (24/11).
Pertama, meluncurkan program Gerakan Masyarakat Koperasi di(Gemaskop). Kedua, peluncuran logo gerakan koperasi yang baru.
“Maknanya, ada spirit baru yang diharapkan bisa merubah paradigma koperasi. Jadi, selain partisipatif dan benefit bagi para anggotanya, koperasi harus dikelola profesional berbasis teknologi,†tambah Menkop UKM.
Lalu, ketiga, pelaksanaan revitalisasi koperasi sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keempat, penyelenggaraan konferensi internasional tentang Micro Finance di Yogyakarta.
Kelima, kami terangkan Cooperative Entrepreneur. Jadi, entrepreneur tak hanya di bisnis, tapi juga di koperasi.
Lanjut Menkop, keenam memfokuskan gerakan koperasi kepada generasi muda dan mahasiswa sehingga semangat gerakan koperasi lebih meningkat kesadarannya. Sambil terus menggalakkan Koperasi Wanita (Kopwan), yang selain banyak menunjukkan prestasi juga memiliki nilai NFL yang sangat rendah.
Ketujuh, program pendampingan koperasi secara konsisten dari hulu hingga hilir. Jadi, didampingi sejak koperasi mengakses perbankan, pendampingan saat proses produksi, hingga pendampingan saat pemasaran.
Kedelapan, kerja sama secara sinergi dengan sejumlah Kementerian untuk menggiatkan ekonomi rakyat melalui koperasi.
Kesembilan, menggelar sejumlah training atau pelatihan bagi koperasi pemuda.
“Dan ke-10 adalah, menerbitkan revisi terhadap UU Koperasi No 25/1992 menjadi UU No 17/2012 tentang Perkoperasian. Melalui revisi ini, kami berharap Koperasi dapat lebih berkembang di Indonesia.â€
[dzk]
BERITA TERKAIT: