Partai Golkar tidak mau mencampuri atau mengomentari isu perpecahan yang disebut-sebut sedang melanda Partai Nasdem. Karena Surya Paloh, pendiri Partai Nasdem, sudah keluar dari partai berlambang beringin tersebut.
Demikian dikatakan Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur kepada
"Ketika Pak Surya Paloh sudah tidak lagi di Partai Golkar, itu sudah menjadi rumah tangga Pak Surya Paloh dan Nasdemnya. Kami tidak akan pernah mau mencampuri rumah tangga orang. Tidak hanya Nasdem tapi semua partai," jelasnya.
Fuad mengungkapkan partainya tidak mau mencampuri urusan rumah tangga partai lain, karena pihaknya benar-benar fokus membesarkan partai dan menyuarakan semua aspirasi kader dan masyarakat.
Golkar juga, sambung Fuad, tidak merasa keberadaan Partai Nasdem dan partai lainnya sebagai ancaman "Kami tidak pernah melihat ada ancaman. Yang paling penting, seperti saya bilang, Munas sudah menetapkan program-program. Itu lah yang kami fokuskan," tandasnya.
Partai Nasdem saat ini disebut-sebut sedang dilanda kemelut.
Pasalnya, sebelumnya Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasional Demokrat Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto menegaskan bahwa DPP Partai Nasdem akan menyerahkan mandat kepada Surya Paloh pada acara Konvensi Januari mendatang.
Karena Patrice Rio Capella dan Ahmad Rofiq, Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Nasdem saat ini, hanya diberi mandat untuk membentuk partai. Selanjutnya diharapkan, Surya Paloh akan menjadi Ketua Umum partai yang mengusung slogan perubahan tersebut.
Tapi, Rio membantah penjelasan mantan KSAL itu.
"Nggak ada itu. Di dalam partai ini sejalan dengan fungsi dan kemampuan masing-masing. Itukan omongan Pak Laksamana Tedjo pribadi, bukan keputusan organisasi. Tapi hubungan saya dengan Pak Tedjo nggak ada masalah, dengan semua pihak tak ada soal," ungkapnya.
Bantahan lebih keras disampaikan Rofiq.
"Tedjo itu orang baru di partai. Dia tidak tahu apa-apa tentang partai ini. Tapi di politik itu biasa, banyak orang tidak tahu tapi pura-pura tahu semua. Ada yang tahu tapi pura-pura nggak tahu," tegas Rofiq saat dihubungi belum lama ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh kemarin menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum Partai NasDem. "Untuk apa saya ambil alih? Saya kan yang dirikan partai ini kok, ha..ha...,†katanya kepada Rakyat Merdeka. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: