Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bersama jajarannya belum pernah membicarakan apakah penyelesaian kasus bailout Bank Century lewat jalur politik atau seperti saat ini, mempercayakan kepada penagak hukum.
"Karena kita minggu-minggu ini keluar terus, road show ke daerah-daerah. Kemarin baru saja ke Pelabutan Ratu, lalu melihat tempat pelelangan ikan. Ini hari ke Bangka Belitung. Jadi belum ada sama sekali pembicaraan di DPP," ujar Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 23/11).
Fuad mengakui bahwa kasus penggelontoran dana talangan Rp 6,7 T kepada Bank Century masalah serius. Tapi, dia memastikan, sebelum memutuskan apakah sebaiknya DPR menggunakan hak menyatakan pendapat (HMP) karena terkait dugaan keterlibatan Wakil Presiden Boediono dalam kasus Century saat menjadi Gubernur Bank Indonesia, pihaknya akan mendengar aspirasi semua pihak.
"Kita analisa baik-baik apa yang sesungguhnya terjadi. Kita sudah dengar hasil dari Timwas dan BPK. Kemarin kita telah disibukkan pernyataan-pernyataan dari Ketua KPK. Tentu kita harus menyikapi dengan baik. Ini kan masalah penting terkait dana yang begitu besar. Ada yang bilang untuk penyelmanatan, penyalahgunaan. Tentu hal ini harus dicermati sebaik-baiknya," jelasnya.
Kapan Golkar akan mengeluarkan keputusan?
"Nanti dalam waktu dekat, ketua umum (Aburizal) akan melihat apa yang terbaik yang harus dilakukan. Karena begitu banyak pendapat. Antara satu pakar hukum saling berbeda. Antara Pak Jimly dan Pak Yusril saja sudah berbeda. Jadi tentu, sebagai partai yang menyuarakan aspirasi masyarakat, kami harus mendalami dan tidak akan merugikan masyakarat apalagi orang per orang," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: