"Reses dan aspirasi itu empat kali setahun. Uang aspirasi Rp 105 juta, sementara uang reses untuk Dapil Jawa Tengah Rp 53 juta. Semuanya ada dokumentasinya, semacam tanda bukti jumlah yang diterima sekian. Uang itu saya setor ke Ibu terus disimpan di rekening," terang Lindina dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan Jakarta, Kamis (22/11).
Selain itu, Angelina juga mendapat tunjangan sebagai Wakil Ketua Fraksi MPR yang nilainya Rp 900 ribu perbulan. Ada juga uang sosialisasi MPR Rp 24 juta.
"Ada juga tunjangan anggota dewan ke dalam dan luar negeri," imbuhnya.
Selain tunjangan di DPR, pundi-pundi uang Angelina bertambah lantaran mantan Putri Indonesia kerap menjadi bintang iklan untuk majalah, produk batik dan pembicara talkshow infotainment.
"Sekali menjadi pembicara dalam sebuah acara, fee-nya variatif, mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 12 juta. Namun saya tidak ingat jika Angelina pernah menerima honor di atas Rp 80 juta," imbuhnya.
Selain itu, ujar dia, pernah juga staf mendiang Adjie Massaid mengirim uang sekitar 40-50 juta ke rekening Angelina untuk keperluan keluarga dan asuransi anak mereka.
Semua uang itu, Angelina meminta agar disimpan di rekening pribadi Lindina yang juga berfungsi sebagai rekening uang Angelina. Dari uang yang terkumpul, digunakan Angelina lewat Lindina untuk membayar keperluan rumah tangga, termasuk membayar asuransi, kartu kredit dan lainnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: