Ketua Umum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella menegaskan saat ini partai yang ia pimpin solid, tidak ada perpecahan, apalagi prahara seperti yang diberitakan. "Tidak benar terjadi itu prahara, ada perpecahan. Tidak benar itu. Semua tersenyum dan geli mendengar berita ini. Bahwa partai ini tetap partai yang solid. Saya pun masih di Balikpapan untuk menghadiri pelantikan-pelantikan. Pemimpin tetap Pak Surya, nggak mungkin pecah," ungkap Rio saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Selasa, 13/11).
Meski begitu dia membenarkan, bahwa dalam waktu dekat Partai Nasdem akan menggelar kongres. Agendanya adalah membicarakan tentang penyempurnaan pengurus dan hal-hal penting lainnya terkait persiapan pemenangan dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden 2014 mendatang.
"Pengurus DPP itu ada 13 orang. Di provinsi 11 orang, DPD 8 orang, kecamatan ada 6 orang. Mengapa kita membuat minimalis, karena menghadapi verifikasi administrasi di kemenkumham dan verifikasi faktual di KPU. Nah, ke depannya fase tantangan partai ini adalah persiapan menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014 mendatang. Oleh karena itu, tidak mungkin hanya dibebankan kepada 13 orang ini. Kita berencana mengembangkan kepengurusan sesuai beban kerjanya. Rencana kita 17 orang di DPP. Makanya diperlukan musyawarah," jelasnya.
Karena itu dia membantah pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Kemasyaratan Nasional Demokrat Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto. Sebelumnya Tedjo mengungkapkan agenda Kongres adalah menyerahkan mandat pengurus DPP Partai Nasdem kepada Surya Paloh karena tugas yang diberikan kepada Rio dan Sekjen Ahmad Rofiq untuk membentuk partai sudah selesai.
"Nggak ada itu. Di dalam partai ini sejalan dengan fungsi dan kemampuan masing-masing. Itukan omongan Pak Laksamana Tedjo pribadi, bukan keputusan organisasi. Tapi hubungan saya dengan Pak Tedjo nggak ada masalah, dengan semua pihak tak ada soal," tegasnya.
Makanya, Rio mengimbau kepada semua pengurus, kader, dan simpatisan Partai Nasdem untuk konsentrasi menghadapi verifikasi faktual dan Pemilu 2014. Dia juga mengingatkan kepada kadernya untuk tidak terpengaruh dengan suara-suara yang mengatakan Nasdem pecah.
"Bahwa ada suara-suara (berbeda), ciri-ciri partai besar. Bahwa ada pihak ketiga dan sebagainya (yang memanfaatkan isu ini), mungkin saja. Tapi ngapain urus pihak ketiga," katanya santai.
Rio mengungkapkan itu bukan berarti tidak mau diganti sebagai Ketua Umum. Baginya, di dalam sebuah partai, reorganisasi dan revitalisasi itu adalah hal yang biasa. "Siapapun ketua umum pasti siap diganti. Tapi ada AD/ART yang mengatur. Saya selaku ketua menghormati Pak Surya. Jadi tidak ada masalah kalau Pak Surya memimpin partai ini. Kalau Pak Surya menggantikan saya, saya siap demi kemajuan dan kebesaran partai," demikian Rio. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: