PILGUB JABAR

Prof. Suhardi Tampik Dugaan Gerindra Tinggalkan PDIP karena Trauma di Pilgub Jakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 09 November 2012, 09:53 WIB
Prof. Suhardi Tampik Dugaan Gerindra Tinggalkan PDIP karena Trauma di Pilgub Jakarta
prabowo subianto
rmol news logo Ketua Umum DPP Partai Gerindra hanya tertawa saat diminta tanggapannya atas keputusan PDI Perjuangan mengusung aktivis antikorupsi Teten Masduki berpasangan dengan Rieke Diah Pitaloka dalam pemilihan gubernur Jawa Barat.

Karena sebelumnya, Gerindra mengklaim sebagai pertama, yang mewacanakan akan mengusung bekas Koordinator Indonesian Corruption Watch itu.

Meski begitu, Suhardi menepis anggapan bahwa partainya ditinggalkan PDI Perjuangan karena tak mau pengalaman Pilgub DKI Jakarta terulang di Jabar. Pasalnya, meski sama-sama mengusung Jokowi-Ahok, Prabowo Subianto yang mendapat keuntungan dari sisi popularitas dan elektabilitas dibanding Megawati Soekarnoputri.

"Nggak lah. Sebetulnya, sejak dulu (elektabilitas) Pak Prabowo sudah tinggi. Survei itu hanya mempertegas saja. Tidak sangat berhubungan, walaupun ada pengaruh. Sejak dulu Pak Prabowo sudah sangat tinggi," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 9/11).

Meski begitu, Gerindra akan tetap menjalin komunikasi dengan partai berlambang kepala banteng itu. "Tapi bahwa kami berusaha menjalin hubungan dengan PDIP, itu tetaplah. Kita belum tahu strategi-strategi yang diperankan oleh PDIP secara menyeluruh," tandas Gurubesar UGM ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA