KASUS SUAP HAMBALANG

ICW: SBY Lebih Senang Terima Kaos Arsenal Dibanding Tanggapi Hasil Audit BPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 03 November 2012, 13:06 WIB
ICW: SBY Lebih Senang Terima Kaos Arsenal Dibanding Tanggapi Hasil Audit BPK
rmol news logo Setelah kembali dari lawatan ke Inggris dan Laos, Presiden SBY harus bertindak menanggapi hasil audit investigasi tahap I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang (P3SON) di Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Dari aspek hukum serahkan pada KPK. Aspek pemerintahan dan politik SBY harus menjaga citra pemerintahan," ujar anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho dalam diskusi "Hambalang Masih Ngambang" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/11).

Dari hasil audit investigasi Hambalang disebutkan, Menpora Andi A. Mallarangeng telah melakukan pembiaran sedangkan Menkeu Agus Martowardojo lalai. Untuk itu kata Emerson, SBY harus meminta klarifikasi kepada dua anak buahnya itu.

"Aspek politik, kalau bawahan Presiden nggak benar, setidak-tidaknya ada teguran, panggilan atau sanksi lain. Tapi, sesudah ada audit BPK ini, saya nggak lihat tuh ada suara Presiden. Dia lebih senang tukar menukar jersey (baju kaos)," sindirnya.

Kemarin, saat berada di Inggris, Presiden SBY menerima hadiah kaos dari klub Sepakbola Arsenal.

Khusus untuk Andi Mallaranggeng, lanjut Emerson, jika terbukti melakukan pembiaran, SBY harus memecat atau meminta mengundurkan diri agar lebih terhormat. "Kalau pembiaran, dapat dilihat apakah memberikan keuntungan pribadi, kelompak atau orang lain," pungkasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA