PESAWAT TNI AU JATUH

Pesan Jenderal TB Hasanuddin: Dilarang Harus, Dipukul Jangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 16 Oktober 2012, 13:58 WIB
Pesan Jenderal TB Hasanuddin: Dilarang Harus, Dipukul Jangan
tb hasanuddin/ist
rmol news logo . Dalam ketentuannya, baik nasional maupun internasional, setiap ada kejadian pesawat jatuh atau apapun di dunia militer memang tidak boleh didekati.

"Takutnya bisa jadi ada ledakan yang dapat membahayakan," jelas Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanudin, di gedung DPR, Komplek Parlemen senayan, Jakarta, Selasa (16/10).

Meski demikian, TB Hasanuddin mengingatkan, aparat tidak boleh memukul warga atau wartawan.

"Bahwa kalau dilarang untuk mendekat agar terjamin keselamatan itu adalah suatu keharusan, tapi tidak boleh dipukul. Dilarang mendekat, tapi tidak boleh dipukul," ujar TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin pun meminta agar pelaku pemukulan ditindak tegas.

"Tidak setiap masalah harus diselesaikan dengan pukulan dan tendangan. Tapi (kepada wartawan), seperti apapun keperluan untuk data, tapi keselamatan harus diutamakan," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, seorang fotografer Riau Pos bernama Didik babak belur dihajar oknum Provost TNI AU yang mengamankan lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU di Riau. dua warga setempat, serta wartawan TV One dan Antara juga mengalami nasib serupa, kameranya dirampas dan dilarang mengambil gambar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA