"Saya bukan nasionalis emosional. Kita harus rasional," kata Jero Wacik kepada
Rakyat Merdeka Online di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis malam (11/10).
Soal pengelolaan Blok Mahakam, Jero memastikan pemerintah telah bergitung secara rasional sebelum memutuskan pengelolaan Blok Mahakam kembali diserahkan kepada perusahaan Total milik Perancis maupun Persuahaan Inpex milik Jepang. Dalam mengkalkulasi ini, pemerintah juga mengajak dan melibatkan Pertamina.
Jero Wacik pun membantah bila Pertamina menyanggupi mau mengelola Blok Mahakam.
"Itu yang salah. Siapa yang bilang menyanggupi? Kalau Kamu tanya sanggup, ngomong aja sanggup, tapi belum tentu bisa," ungkap Jero Wacik.
"Sekarang semua dikelola asing, banyak. Gak apa-apa, yang penting bagian Indonesia banyak. Jangan punya pikiran, bahwa yang namanya nasionalisme itu harus semua dikuasai, dimiliki dan dikerjakan negara. Tidak. Kan kita bisa orang asing mengerjakannya, tapi kita dapat hasilnya. Gitu," demikian Jero Wacik.
[ysa]
BERITA TERKAIT: