Karena itu, untuk mendukung aspirasi publik yang menghendaki ada figur alternatif, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) usul agar angka
presidential thrshold turun dari 20 persen menjadi 3,5 persen.
"Untuk memunculkan capres alternatif, maka harus dengan menurunkan
presidential threshold," kata Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 2/10).
Menurut Hidayat, PKS mendorong agar angka presidential threshold ini sama dengan
parliamentary threshold yang sudah disahkan beberapa waktu lalu.
Hidayat memprediksi bila ambang batas parlemen itu sekitar 3,5 persen, maka akan ada sekitar tujuh sampai delapan partai yang bisa lolos ke Senayan. Namun demikian, tidak otomatis akan serta merta ada tujuh hingga delapan pasangan capres dan cawapres.
"Negara yang besar, tujuh hingga delapan capres itu tidak terlalu banyak. Atau mungkin bisa koalisi, maka tidak sampai tujuh ada delapan capres," demikian Hidayat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: