Beberapa orang pekerja perusahaan industri pengolahan karet alam itu memastikan tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat peristiwa kebakaran yang terjadi Senin malam itu. Asal api diperkirakan berasal dari lantai satu bangunan penjemuran karet.
"Saya mendengar teriakan kawan-kawan bahwa di lantai satu ada kobakaran api," kata P. Situmorang, pekerja bagian penjemuran karet (Selasa, 25/6).
Beberapa menit kemudian, lanjut dia, api dengan cepat menjalar ke seluruh sisi lantai satu dan meluas hingga ke lantai empat bangunan tersebut.
Puluhan pekerja pabrik pengolahan karet sempat berupaya memadamkan api dengan racun api, tetapi upaya tersebut tidak berhasil meminimalisir kobaran api yang begitu cepat menghanguskan gedung berikut seluruh isinya. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Medan yang dikerahkan ke lokasi kejadian juga tidak mampu menguasai kobaran api dalam waktu relatif singkat.
Terkait dengan peristiwa kebakaran yang melanda pabrik karet yang didirikan tahun 1953 itu, sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Medan tampak menjaga serta mengumpulkan keterangan dari para saksi mata. Sementara total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
"Pada saat terjadi kebakaran, di dalam bangunan itu diperkirakan terdapat ratusan ton karet yang sedang dijemur," ucap Situmorang.
[ant/ysa]
BERITA TERKAIT: