Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dicap sebagai sosok yang pragmatis, ambisius, dan oportunis. Penilaian itu terkait pernyataan dia sewaktu menjawab pertanyaan seterunya, Fauzi Bowo kenapa mencalonkan di pemilihan gubernur Jakarta. "Statement itu menunjukkan dia sangat pragmatis-oportunis.
Dalam debat kandidat di Metro TV Minggu malam, Jokowi mengungkapkan, bahwa dirinya maju di pilgub Jakarta karena tidak ada aturan yang dilanggar. Tak hanya itu, dia juga ingin karir politiknya naik. "Masak harus di Solo terus, karir politik harus naik," kata Jokowi, Walikota Solo ini malam itu.
Syahganda menyimpulkan, pernyataan Jokowi itu menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia telah kehilangan arah keberpihakan. "Demokrasi tanpa makna," tandas Syahganda, yang selama ini mendorong agar kepala daerah menuntaskan masa jabatan yang diamanahkan. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: