Waspada, Penyerangan di Solo untuk Perburuk Citra Polisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 04 September 2012, 10:17 WIB
Waspada, Penyerangan di Solo untuk Perburuk Citra Polisi
neta s pane
rmol news logo Aksi penembakan terhadap polisi di Solo dinilai mempunyain dua motif. Pertama, sebagai akumulasi kekesalan terhadap sikap, prilaku dan kinerja polisi dari orang-orang tertentu.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane pagi ini (Selasa, 4/9).

Kedua, aksi itu ingin memperburuk citra Polri agar terjadi krisis kepercayaan pada Polri.

"Sehingga muncul opini, untuk melindungi dirinya saja Polri tidak mampu, bagaimana pula untuk melindungi masyarakat," sambung Neta.

Opini ini penting untuk menggolkan RUU Kamnas. Sebab esensi dari keberadaan RUU Kamnas adalah mengkebiri dan mengkerdilkan peran Polri dalam sistem keamanan di negeri ini.

"Hal itulah yang harus diantisipasi Polri. Sebab itu IPW berharap, Polri jangan terjebak dengan stigma ala Orde Baru, yang jika terjadi masalah langsung main tuding PKI dan komunis. Dan kini stigmanya diubah, jika terjadi masalah langsung main tuding, teroris dan Islam radikal," demikian Neta. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA