Pola Penyerangan di Solo Berbeda dengan Modus Aksi Teroris Selama Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 04 September 2012, 09:02 WIB
Pola Penyerangan di Solo Berbeda dengan Modus Aksi Teroris Selama Ini
ilustrasi
rmol news logo Pola penyerangan yang dilakukan pihak tertentu terhadap anggota polisi di lapangan perlu dicermati Polri secara jernih agar polisi-polisi di lapisan bawah tidak terus-menerus menjadi korban sia-sia.

Dalam pandangan Indonesian Police Watch (IPW), penembakan terhadap polisi di Solo bukanlah dilakukan teroris yang selama ini disebut-sebut polisi. Sebab ada hal yang sngat berbeda dan sangat signifikan.

"Yakni, pelaku menembak polisi dengan jarak dekat dengan senjata yang menurut polisi adalah FN," ujar Ketua Presidium IPW Neta S. Pane pagi ini.

Sementara, fakta yang ada selama ini, teroris selalu menyerang targetnya dengan jarak jauh memakai remot kontrol atau HP. Kalau pun ada serangan jarak dekat, hanya aksi bom bunuh diri. Perbedaan ini sangat signifikan.

"Pertanyaannya, siapa yang berani menembak polisi dari jarak dekat. Tak lain adalah orang-orang terlatih dan orang-orang yang sudah terbiasa berada di lingkungan aparat keamanan," sambung Neta.

Kemarin disebutkan, dua terduga teroris yang tewas tertembak di Solo, Farhan dan Mukhsin, dikenal mahir menggunakan senjata api meski usia keduanya belum genap 20 tahun.

Diduga kuat, Farhan dan Mukhsin tidak belajar sendiri dalam menggunakan senjata api yang menewaskan Bripka Dwi Data Subekti saat bertugas menjaga Pos Polisi Singosaren, Kota Solo, Jawa Tengah, pekan lalu.

"Otaknya masih ada. Tunggu saatnya. Mereka beberapa bulan berlatih tembak di pegunungan Merbabu, di Pos II," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Senin, 3/9).

Boy juga memastikan bahwa pelatih menembak keduanya lebih dari satu orang. "Hingga kini pihak kami, masih terus melakukan pengejaran terhadap pelatih penembak Farhan dan Mukhsin," demikian Boy. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA