"Tidak bisa sembarang tuduh
, harus dilandasi bukti-bukti dan data yang akurat," ujar analis politik dari Point Indonesia, Karel Suetyo ketika dihubungi beberapa saat lalu (Kamis, 23/8).
"Jangan juga tuduhan itu bertujuan untuk memprovokasi warga Jakarta," sambung dia.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Dewi Aryani menyebut kebakaran yang terjadi di Jakarta belakangan ini sebagai teror bencana karena terjadi di lumbung suara Jokowi. Di Cideng, misalnya, Jokowi memperoleh 55,26 persen suara, sementara Fauzi Bowo mengantongi 26,07 persen suara dalam putaran pertama yang lalu. Lalu di Muara Kapuk (Jokowi 62,49 persen dan Fauzi 25,02 persen). Begitu juga di Karet Tengsin, dimana Jokowi menang relatif tipis (39,36 persen) dibandingkan Fauzi (36,01 persen).
"Sistematis dan terstruktur lokasinya," kata Dewi Aryani beberapa waktu lalu.
Ditegaskan Karel, kubu Jokowi-Ahok sungguh tengah melakukan politik keji kalau benar demikian.
"Mereka mengambil keuntungan dukungan suara di atas derita para korban kebakaran," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: