FHM: Golkar Dibangun Atas Perjuangan Panjang; Nasdem Karena Kekecewaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 21 Agustus 2012, 14:39 WIB
FHM: Golkar Dibangun Atas Perjuangan Panjang; Nasdem Karena Kekecewaan
Fuad Hasan Masyhur
rmol news logo Semua partai pasti berjanji dan punya niat memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara. Tapi tentu, jam terbang dan pengalaman setiap partai berbeda-beda.

Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar, Fuad Hasan Masyhur mengungkapkan, selama 32 tahun, Golkar sudah terbukti memberikan kesejahteraan dan keamanan kepada masyarakat lewat konsep Trilogi Pembangunan. Yaitu, stabilitas nasional; pertumbuhan ekonomi; dan pemerataan pembangunan.

Sementara, partai-partai lain yang sudah pernah berkuasa, selain Golkar, sambung Fuad, belum bisa melakukan seperti yang diperbuat partai berlambang pohon beringin itu saat berada di pemerintahan.

"Makanya ada kerinduan masyarakat kembalinya Golkar. Ini terbukti dari hasil-hasil survei. Sekarang masyarakat menginginkan Trilogi Pembanguan dengan Catur Sukses Pembangunan Nasional yang dicanangkan Pak Aburizal Bakrie dikerjakan," kata Fuad kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 21/8).

Meski begitu, menurutnya, pasti ada partai yang ingin mengidentikkan diri dengan partai besar dan yang sudah lama eksis. Seperti yang lazim terjadi dalam dunia perusahaan.

"Misalnya Maktour. Ada yang membuat perusahaan Makhtour. Jadi mendekati. Tapi masyarakat tidak bisa dengan mudah meyakini apakah dia (yang meniru itu) sanggup memberikan yang terbaik," ungkap Dirut Maktour, penyedia jasa haji dan umroh ini.

Hal itu dikatakan Fuad menanggapi pernyataan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla bahwa Partai Nasdem dan Golkar sebenarnya berjiwa sama, hanya beda merk. Keduanya ingin membangun negeri ini. Tapi hal itu dibantah Fuad.

"Tidak mungkin sama. Kita bisa tanya. Kalau seandainya Pak Surya Paloh menang, kira-kira ada nggak itu Nasdem. Pasti tidak ada. Jadi semangatnya berbeda. Jadi kita santai-santai saja," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pada Musyawarah Nasional Golkar 2009 lalu, Aburizal Bakrie mengalahkan Surya Paloh, yang juga calon ketua umum partai beringin saat itu. Tak lama setelah kekalahannya, Surya Paloh mendirikan ormas Nasional Demokrat dan belakangan membentuk partai yang bernama Partai Nasdem.

Meski begitu, Fuad tetap menghormati pernyataan Jusuf Kalla tersebut. Sebagai orangtua, menurutnya, JK tampil bijak dengan mengatakan bahwa kedua partai itu adalah sama.

"Sebagai orang tua, (JK) kita hormati. Tapi tentu masyarakat akan melihat itu berbeda. Satu lahir dari perjuangan panjang; satu lahir mungkin hanya karena ego sesaat saja. Semangat perjuangan yang panjang berbeda dengan hanya (semangat) kekecewaan sesaat untuk melahirkan sesuatu," tandas Fuad membandingkan.  [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA