Ceramah pedangdut Rhoma Irama yang membeberkan identitas para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta lalu mengimbau kepada umat Islam untuk memilih calon yang seagama terus menjadi polemik.
Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (BMI) Faozan Amar mengungkapkan, kasus Rhoma Irama bukti bahwa agama masih menjadi alat politisasi untuk meraih kekuasaan.
"Padahal semestinya agama harus menjadi landasan, etika dan spirit dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika politisasi agama tersebut tetap dilakukan, maka sesungguhnya telah terjadi pembodohan yang justru bertentangan dengan
Solusinya, sambung pimpinan organisasi under bouw PDI Perjuangan ini stop politisasi agama.
"Biarkan rakyat menggunakan hati nuraninya untuk memilih pemimpin. Sehingga akan lahir pemimpin yang berkualitas sesuai keinginan rakyat," demikian Faozan yang juga Direktur Alwasath Institute ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: