Banyak da’i Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berdakwah untuk "Kita banyak dakwah, masuk ke bank-bank, perkantoran tinggi dan sebagainya, tetapi tidak ada yang mengekspose,†kata Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof. Masyithoh Ch dalam Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah "Strategi Dakwah di Kalangan Menengah," di Aula Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta (Senin, 30/7).
Muhammadiyah dan Aisyiyah menurut Masyithoh, sudah selalu melakukan dakwah dengan pendekatan wawasan dan kebutuhan masyarakat menengah atas, bahkan banyak da’i yang khusus datang ke tempat-tempat kelas menengah. Jadi menurutnya, bukan berarti Muhammadiyah selama ini tidak berdakwah ke kalangan menengah, tetapi mungkin sedikit yang tahu.
Bahkan menurut Masyithoh, proses dakwah memang harus dilakukan memalui tahapan yang sangat sabar. Jika di sana ada tradisi tertentu, kalau bisa diikuti saja, nanti secara bertahap mereka akan paham.
"Misalnya mereka yang biasa Barjanji, kita terjemahkan, supaya mereka tahu apa sebenarnya isi Barjanji itu. Bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya isi Barjanji, setelah tahu baru mereka ikut ke kita,†jelasnya.
Oleh karena itu Muhammadiyah perlu melakukan pendekatan yang baik, baik figure, contoh dan metode sangat penting untuk dakwah pada masyarakat menengah ini. “Setiap da’i harus memiliki kompetensi, yaitu kompetensi profesionalisme,†ungkapnya.
Sehingga dengan kompetensi, dakwah Muhammadiyah tidak asbun bahkan bisa mengajak masyarakat menjadi kritis. Pendekatan kritis ini menjadi penting, mengingat masyarakat menengah itu kata Masyithah bersifat kritis. Karenanya pendekatan dakwah jangan sampai emosi atau menjadi tidak rasional. Maka menurutnya proses dakwah juga harus bersifat dialogis.
Strategis dakwah ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah perlu memperhatikan metode komunikasi yang baik. Sebab komunikasi yang salah akan menyebabkan pesan dakwah tidak sampai secara baik. Maka dalam konteks kelas menengah, menurut Masyithah, kita perlu menggunakan bahasa mereka dengan baik.
Selain itu, Muhammadiyah juga harus mengangkat berbagai persoalan-persoalan aktual seperti persoalan marginal, kekerasan dalam keluarga, kemiskinan, korupsi dan lain sebagainya. “Namun dalam pelaksanaannya, kita juga perlu menggunakan teknologi sebagai media berdakwah,†ungkapnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: