Jusuf Kalla Untung Kalau Dipecat Aburizal Bakrie

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 22 Juli 2012, 09:48 WIB
Jusuf Kalla Untung Kalau Dipecat Aburizal Bakrie
jusuf kalla
rmol news logo Ancaman Partai Golkar memecat kader yang tidak mendukung pencapresan Aburizal Bakrie, terlebih apabila kader itu mencapreskan diri pada pemilihan presiden 2014 mendatang, dinilai tidak produktif. Apalagi, apabila Golkar akhirnya memecat Jusuf Kalla, yang memang berniat untuk maju pada hajatan lima tahunan itu.

"Kan Golkar sudah punya capres sendiri. Karena itu, JK tidak punya kepentingan apa-apa lagi di Golkar. Lalu untuk apa dia dipecat? Secara rasional, dia juga pasti tidak berharap lagi dapat maju dari Golkar," ujar pengamat politik Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 22/7).

Justru, menurut Saleh, Golkar akan rugi jika memang pada akhirnya memecat JK. Bagaimana pun, JK masih memiliki basis pendukung fanatik. Dengan memecat JK, basis pendukung ini akan semakin jauh dari Golkar.

Selain itu, menurut Saleh, pemecatan JK bisa saja mendapatkan reaksi tidak baik dari masyarakat. Apalagi, saat ini popularitas JK masih diperhitungkan. Artinya, JK masih memiliki pesona untuk menarik simpati masyarakat.

"Memecat JK, berarti membiarkan JK pada posisi teraniaya. Tokoh yang teraniaya biasanya selalu mendapatkan keberpihakan di masyarakat. Itu sama artinya menolong JK untuk semakin popular. Bahkan, bisa jadi semakin melambung di atas Ical," ujar pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Menurut Saleh, peluang JK untuk kembali maju sebagai capres tetap terbuka. Hal itu, tergantung pada popularitasnya, bukan oleh Partai Golkar. Apalagi, sambung Saleh, politik itu selalu rasional. Jika popularitas JK terus naik, maka partai-partai lain di luar Golkar akan tertarik untuk mencapreskannya. Artinya, walau dipecat dari Golkar, peluang JK untuk jadi capres 2014 semakin terbuka. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA