Penumpang kereta api jurusan Serpong-Tanah Abang kembali kecewa akibat pembatalan dan keterlambatan jadwal keberangkatan dari semula. Untuk jadwal pukul 08:30 dari Stasion Rawa Buntu menuju Tanah Abang, keberangkatan dibatalkan karena ada gangguan pada kereta jenis Commuter Line tersebut.
"Batal. (Keretanya) dibawa ke Depo Bukit Duri. Ada gangguan saja. Kurang tahu saya (persisnya)," kata tukang karcis di Stasion Rawa Buntu (Jumat, 20/7).
Kekecewaan penumpang semakin menjadi-jadi tatkala mendengar informasi dari pengeras suara pihak manajemen stasion Rawa Buntu. "Bagi penumpang ke Tanah Abang, kereta yang biasanya berangkat pukul 09:10, saat ini keretanya baru berangkat dari Cisauk ke Parung Panjang terlebih dahulu," begitu informasi yang disampaikan.
Itu artinya, dari Cisauk, kereta akan melewati Stasion Cisayur baru sampai Parung Panjang. Dari Parung Panjang, barulah kemudian kereta balik arah menuju Tanah Abang melewati Stasion Cisayur, Cisauk, Serpong, Rawa Buntu, Sudimara, Jurangmangu, Pondok Ranji, Kebayoran Lama, Palmerah, terakhir di Tanah Abang.
Apakah pembatalan dan keterlambatan jadwal ini terjadi karena jalurnya belum normal?
"Jalur normal. Sekarang keretanya nggak normal. Kalau petugasnya mah normal terus," jawab sang petugas sambil tertawa kecil.
Akibatnya, penumpukan penumpang tak terelakkan. Tepat pukul 09:40 WIB, kereta berangkat dari Rawa Buntu dengan penuh sesak. Karena itu, sesampai di Sudimara, penumpang yang ada di dalam kereta meminta penumpang lain untuk tidak naik mengingat, kereta sudah penuh sesak. "Sudah penuh Bu. Tunggu kereta berikutnya saja. Sudah mau berangkat dari Serpong," ungkap seorang penumpang.
Kemarin, jadwal kereta api rute Serpong-Tanah Abang mengalami keterlambatan lebih dari 30 menit dari jadwal awalnya. Penyebabnya, KRL jurusan Tanah Abang-Serpong bernomor 754 yang mengalami kerusakan dan tertahan antara stasion Sudimara dan Rawa Buntu sejak sejak Rabu petang. Alat pantograf yang terpasang di atas KRL tersangkut, hingga menyebabkan jalur tersendat. Pantograf tersebut berfungsi untuk mengalirkan listrik.
Akibatnya, dari stasion Sudimara-Serpong, satu stasion setelah Rawabuntu, hanya diberlakukan satu jalur. Kereta api, semua jenis, baik Commuter Line, KRL Ekonomi, atau kereta ekonomi Jakarta-Rangkas Bitung menggunakan jalur tersebut secara bergantian.
Beruntung tadi malam, persoalan itu sudah bisa diatasi. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: