"Kami apresiasi, ada keinginan untuk memperbaiki. Tapi (hasil pertemuan tersebut) tidak memuaskan, ini hasilnya belum jelas, bisa iya dan bisa tidak," kata Said kepada wartawan sesudah bertemu dengan Muhaimin, Jakarta, Kamis, (12/7).
Fokus pertemuan tadi kata Said, masalah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Dia mengatakan, penambahan 14 item KHL menjadi total 60 KHL itu masih sangat kurang, semestinya katanya harus 86 sampai 122 KHL.
"Kita mendesak pemerintah menghapus
outsourcing hingga September 2012. Kalau tidak kita akan tetap turun ke jalan-jalan yang lebih besar baik di pusat maupun di daerah sesudah lebaran," ungkapnya.
"Ini (aksi yang akan datang) memang besar resikonya, yaitu menghambat perekonomian. Rencana teman-teman akan menutup jalan bandara dan pelabuhan. Tapi ini adalah jalan terakhir, tidak ada jalannya lagi," ancam Iqbal.
[arp]