Begitu disampaikan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A. Bakir Ihsan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Selasa, 10/7).
Hal itu disampaikan terkait anggapan status dan urusan Hartati Murdaya yang tak lain adalah donatur dan anggota dewan pembina Partai Demokrat di KPK terkait suap menyuap di Buol, Sulawesi Tengah, bakalan membuat hubungan Cikeas dengan donatur dan orang dekatnya merenggang dan tegang.
Menurut dia, sikap tidak membela SBY yang demikian sudah benar. Justru, sekali memberi perlindungan maka akan menjadi blunder bagi SBY yang dalam banyak kesempatan menyatakan perang terhadap korupsi.
Tentunya, lanjut dia, sangat logis kalau kemudian SBY dijauhi para penjahat kerah putih, dan sumber-sumber dana bagi politiknya semakin berkurang seiring munculnya kekhawatiran tak ada perlindungan dari SBY sendiri. Tapi yakinlah, di tengah "kuasa media" yang ada saat ini, sulit bagi SBYuntuk memberi perlindungan terhadap beragam bentuk penyimpangan.
"Apalagi bagi SBY yang menjadi pusat sorot dari beragam arah mata angin," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: