Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, bahwa dirinya tidak terlibat dalam korupsi pengadaan Alquran, pada saat dia menjabat Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, di kementerian tersebut.
"Saya kan gurubesar, sangat naif kalau saya melakukannya," ujar Nasaruddin saat konfrensi pers di lantai III kantor Kemeneg, Jalan Thamrin Jakarta, Jumat, (22/6).
Nasaruddin saat ini tercatat sebagai Gurubesar Tafsir, pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia juga saat ini menjabat Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Alquran. Tak hanya itu, dia juga bergiat di Pusat Studi Alquran bersama mantan Menteri Agama M. Quraish Shihab.
Demi kemuliaan Alquran, sambung Nasaruddin, dia bahkan meminta pemenang tender dan percetakan agar menjaga kesucian Kitab Suci tersebut.
"Sisa-sisa percetakannya, saya minta jangan diinjak. Di percetakan, saya juga minta Alquran jangan ditindih sama barang lain. Dan rak-rak Alquran jangan (ada) di atasnya Komik," katanya meyakinkan. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: