Tidak Terima Direndahkan, Demokrat Undang Lembaga Survei Berdebat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 18 Juni 2012, 11:25 WIB
Tidak Terima Direndahkan, Demokrat Undang Lembaga Survei Berdebat
RMOL. Pada beberapa survei yang dirilis akhir-akhir ini,  Partai Demokrat selalu diposisikan melorot. Terakhir, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan Demokrat terancam kembali ke urutan Pemilu 2004 dengan perolehan suara 7,5 persen, bila tidak ada upaya keras pengurusnya memperbaiki citra.

Tidak terima terus menerus digempur, kader-kader Demokrat di DPR bertindak. Bahkan, dalam waktu dekat mereka punya rencana untuk berdialog dengan lembaga-lembaga survei terkait untuk mempertanyakan proses survei yang hasilnya merugikan partai.

"Fraksi yang memanggil, mengenai jadwalnya kami komunikasikan dulu. Lembaga survei yang mana nantinya akan kita pelajari," terang Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, beberapa saat lalu di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/6).

Fraksi Demokrat, kata Nurhayati, sangat ingin tahu lebih detail soal prosedurnya survei, waktu survei, lokasi dan responden.

Dia meminta, survei itu jangan cuma dikaitkan dengan kasus-kasus korupsi yang melilit beberapa petinggi partai, padahal di balik itu ada prestasi pemerintahan Presiden SBY dan kerja keras Partai dan Fraksi Demokrat untuk mendukung kebijakan pro rakyat itu. "

"Program pemerintah yang pro rakyat itu banyak sekali. Kita tidak bisa menafikan keberhasilan Pak SBY melalui program-programnya," ucap orang dekat Ibu Negara ini.

Tapi, sambung anggota Komisi I ini, pihaknya tetap menghargai dan tidak akan mengabaikan hasil survei tersebut.

"Tapi tentunya Demokrat punya cara dalam menyikapi," tegasnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA