"Dengan menggarisbawahi transaksi senilai hanya Rp 2,5 juta ke Tasniem, putri Amien Rais, memberi kesan pendiskreditan dan pencemaran nama baik keluarga besar Amien Rais," ujar politisi PAN, Teguh Juwarno, saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu, Jumat (15/6).
Sekretaris Fraksi PAN itu meminta KPK tetap pada relnya menguak kasus-kasus yang nilai penyelamatan uang negaranya cukup besar, sebab kewenangan KPK juga sangat besar.
"Jangan terjebak kepada pencitraan, apalagi politis. KPK adalah lembaga hukum," ungkapnya.
Putra-Putri Amien Rais menuding Wakil Ketua KPK, Busyro Muqodas, telah mencemarkan nama baik keluarganya. Dua anak Amien, Tasniem Fauzia Rais dan Ahmad Mumtaz Rais meminta Busyro bertobat. Tasniem balik menuding bahwa pimpinan KPK berupaya mempolitisasi kasus tersebut untuk mencemarÂkan nama baik keluarganya.
Dalam persidangan kasus korupsi yang melibatkan politisi PAN, Wa Ode Nurhayati, Jaksa KPK menyebut terdakwa kasus suap pembahasan Dana Pembangunan InfrastrukÂtur Daerah (DPID) itu mentransfer duit Rp 2,5 juta ke putri Tasniem Fauzia Rais.
“Memang betul, Wa Ode pernah transfer Rp 2,5 juta. Namun, transfer itu untuk kepentingan pembayaran batik yang ia beli di butik. Saya yakin, ada oknum yang berupaya mempolitisasi kasus ini, oknum itu berinisial MBM,†tutur Tasniem, kemarin.
[ald]
BERITA TERKAIT: