Penjungkalan Anas Urbaningrum Cuma Bikin Masalah Baru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 14 Juni 2012, 16:55 WIB
Penjungkalan Anas Urbaningrum Cuma Bikin Masalah Baru
anas-ibas/ist
RMOL. Seluruh kader Partai Demokrat diharapkan memahami situasi partai saat ini yang menunjukkan elektabilitas kian merosot.

"Mohon dipahami, sesuai laporan dari Pak Saiful Mujani (pengamat politik LSI) bahwa elektabilitas Demokrat sudah pada titik 10 persen, berarti turun dari tiga koma sekian persen dari yang lalu," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Kamis, 14/6).  

Menurut dia, angka minim itu menuntut kader parpol segera mengambil langkah penyelamatan. Bila meluncur di bawah 10 persen, akan sangat berat bagi Partai Demokrat untuk bangkit kembali. Hayono meminta pimpinan pusat partai mengambil langkah politik yang tepat karena penurunan popularitas Demokrat sudah cukup mengkhawatirkan.

"Dan itu semua disebabkan kasus-kasus korupsi yang merebak di antara para kader, baik yang sudah menjadi tersangka maupun yang akan menjadi tersangka," ucapnya.

"Karena itu, mesti ada langkah konkret dari DPP. Apa langkahnya? Kita serahkan kepada DPP," lanjut Hayono.

Mantan Menpora di era Orde Baru itu juga menegaskan tidak ada pengkubuan di Demokrat. Wacana Kongres Luar Biasa yang diisukan sejumlah pendiri Demokrat juga tak akan menyelesaikan persoalan yang melanda partai.

"Saya pribadi beranggapan Kongres luar biasa itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan mungkin menimbulkan masalah baru," tutupnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA