Demikian disampaikan, Menkop dan UKM Syarief Hasan pada pameran Gelar Produk Tempat Pendidikan dan Ketrampilan Usaha (TPKU) di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Padang, Sumatra Barat. Senin (4/6).
“Masyarakat Sumbar memiliki talenta wirausaha yang tinggi. Apabila kemampuan itu dieksploitasi, pertumbuhan ekonominya pasti meningkat,†katanya.
Menkop, optimistis terhadap peningkatan wirausaha Sumatra Barat, karena koperasi sebagai wadah pembinaan calon wirausaha, mempunyai semangat dan jiwa tinggi untuk meningkatkan kapasitas usaha anggotanya.
“Kemandirian pengelola koperasi dan kreativitasnya, mampu mendorong peran anggota jadi lebih mandiri. Pemerintah juga mendorong mereka melalui instrumen pembiayaan melalui program kredit usaha rakyat (KUR),†katanya.
Menkop memuji produk yang ditampilkan lembaga pendidikan setempat yang melaksanakan program Kementerian Koperasi dan UKM, yakni TPKU. Program ini kata dia, memberikan pelatihan dan bimbingan teknis bagi siswa sekolah kejuruan setempat.
Atas antusiasme sekolah kejuruan setempat menjalankan program TPKU, Syarief, optimistis semangat kewirausahaan dan inovasi akan selalu muncul dari provinsi ini.
"Paling tidak, mereka bisa mendorong usaha koperasi menghasilkan produk untuk pasar domestik, maupun global."
Pameran atau Gelar Produk TPKU di Tanah Datar, Sumatra Barat melibatkan sejumlah 57 TPKU dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari 26 provinsi yang telah menerima fasilitasi dari Kementerian Koperasi dan UKM berupa dana tunai sebesar Rp100 juta untuk tiap TPKU.
Jumlah TPKU yang telah difasilitasi pembiayaannya oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 1.209 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara umum lembaga pendidikian kejuruan yang dipilih menangkap program TPKU yang jauh dari kota besar.
Melalui sistem pemberdayaan itu, Kementerian Koperasi dan UKM berharap penumbuhan wirausaha muda bisa terlaksana secara alamiah dari seluruh pelosok Indonesia. Predikat wirausaha akan melekat pada siswa setelah lulus dari lembaga pendidikan mereka.
Pemerintah siap membiayai mereka melalui lembaga pembiayaan perbankan maupun non perbankan. Misalnya melalui program krekdit usaha rakyat (KUR) yang disalurkan melalui perbankan nasional maupun Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di bawah operasional Kementerian Koperasi dan UKM.
[dzk]
BERITA TERKAIT: