"Tentunya kita ingin mengetahui kebenarannya. Karena yang muncul di beberapa media, kalau mau jujur, saya membantah ini dilakukan antar kader," ujar Pramono Anung kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/4).
Dugaan mantan Sekjen PDIP itu, ada motif tertentu atau lebih tegasnya upaya menjatuhkan dari pihak tertentu yang menargetkan salah seorang kader PDI Perjuangan yang sedang naik daun karena menggalang protes DPR ke pemerintah.
"Bukan hari ini saja, tapi sekitar 5 atau 6 bulan yang lalu sudah ada (foto dan videonya). Dan ini ada kaitannya dengan kekecewaan seseorang. Mengenai kebenarannya saya belum tahu," ungkap politisi bersapaan Pram itu.
"Ancaman itu ada, tapi tidak kami sikapi, karena tidak ada buktinya," tambah dia.
Pram terangkan bahwa menjadi ranah partainya untuk melakukan investigasi dan penyelidikan apakah benar pempublikasian video dan foto itu menyangkut nama seorang pejabat publik. Penyelidikan itu juga menjadi kewenangan Badan Kehormatan.
"Jangan sampai kemudian orang yang menjadi korban pemerasan itu malah menjadi korban persepsi publik," sesalnya.
Dia tidak terlalu jauh memastikan telah ada upaya
black campaign dan ada sangkut pautnya dengan perkara politik seperti Pilkada Kalimantan Barat karena Karolina adalah putri Gubernur Kalimantan Barat, atau hak interpelasi pada kebijakan Menteri BUMN yang dimotori Aria Bima.
[ald]
BERITA TERKAIT: