Wiranto Beberkan Alasan Kudeta Tak Mudah Dilakukan di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 08 Maret 2012, 16:13 WIB
Wiranto Beberkan Alasan Kudeta Tak Mudah Dilakukan di Indonesia
RMOL. Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto merasa perlu ikut diskusi soal rencana kenaikan harga BBM.

"Ini penting, sensitif. Makanya saya turun kandang dan turun gundung dalam diskusi ini," kata Wiranto dalam diskusi "Menolak Kenaikan BBM=Makar?" di ruangan wartawan, gedung DPR, Kamis, (8/3).

Bagi Wiranto, makar itu persis dengan kudeta, yaitu menumbangkan pemerintahan yang sah. Menurutnya, untuk melakukan itu oleh sipil tidak mudah di Indonesia.

"Kenapa di Indonesia tidak pernah terjadi (kudeta)? Karena Presiden kita kita panglima militer tertinggi. Di Indonesia organisasi militer unik. Dibagi pada daerah, Pangdam, Kasad, dan lain-lain. Di Indonesia sulit kudeta oleh militer sulit. Kudeta proses panjang dan tidak bisa sembunyi-sembunyi," jelasnya.

Ia pun tidak menginginkan kenaikan BBM itu dikaitkan dengan makar. Namun isu ini harus dijawab kepada rakyat, apa yang terjadi sebenarnya untuk menanggulangi kenaikan BBM.

"Di negara berkembang, makar itu dilakukan militer. Seperti Thailand. Paling tidak ini lebih mudah dibandingkan organisasi sipil lain," jelasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA