Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto, saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Membangun Sistem Penyelenggaraan Ibadah Haji Yang Baik, Profesional dan Amanah yang diselenggarakan Komisi VIII FPG DPR RI di Gedung Pustakaloka MPR/DPR Senayan Jakarta (Senin, 5/3).
"Pengalaman saya, ada tenda di Maktab 71 (Mina-Arafah) yang seharusnya ditempati jamaah kita justru diserobot oleh jamaah dari negara lain. Akibatnya sekitar 2.500 jamaah kita tidak terlayani secara maksimal. Untuk mengatasi masalah pemondokan ini, perlu dibangun sebuah pemondokan yang permanen agar jamaah bisa tenang beribadah," kata Novanto
Soal sistem kuota, Novanto juga mengatakan daftar antrean jamaah haji terus bertambah, sementara qauota hanya sekitar 1,6 juta jiwa. Akibatnya, jika seseorang ingin menunaikan ibadah haji harus menunggu antara 5-12 tahun. Selain itu, dana haji yang terkumpul hingga saat ini telah mencapai kurang lebih sekitar Rp 35,3 triliun.
"Besar dana haji yang ada saat ini belum menyentuh perbaikan pelayanan haji. Padahal jika dana tersebut digunakan secara maksimal tentunya dapat mengurangi beban biaya penyelenggaraan ibadah haji," demikian Novanto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: