Kenaikan BBM Panggung Sandiwara Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 29 Februari 2012, 20:19 WIB
Kenaikan BBM Panggung Sandiwara Pemerintah
ilustrasi
RMOL. Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat tingginya harga minyak dunia dan demi mengurangi subsidi masih tersendat. Selain revisi UU APBN 2012 sebagai payung hukum pencabutan subsidi itu belum direalisasikan, juga banyak suara dari parlemen yang menolaknya.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi dengan tegas menolak rencana penaikan BBM dan pengurangan subsidi oleh pemerintah.

"Ini adalah panggung sandiwara," kata Achmad Rilyadi, saat ditemui di gedung Nusantara III DPR, Rabu, (29/2).

Dia mengatakan, seolah kenaikan BBM dirancang untuk menjadi ajang cari muka pada rakyat dengan cara menyodorkan bantuan langsung tunai yang menyusul sebagai solusi.

"Ya, seperti BLT menjelang pemilu," jelasnya.

Politisi PKS ini mengusulkan sebaiknya digencarkan lagi konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG).

"Selain konversi, pemerintah juga harus mengetatkan penyaluran subsidi. Dalam rapat tadi malam, (Rapat kerja Komisi VII dengan Kementerian ESDM), ada yang mengatakan subsidi itu tidak tepat sasaran, seperti ke Kepolisisn dan TNI," ujar Achmad Rilyadi

Dia menyesalkan kebijakan pencabutan subsidi itu amat kontras dengan langkah Presiden SBY membeli pesawat kepresidenan.[ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA