Denny menjelaskan, sebelum memergoki Nazaruddin dan Nasir bersama pengacara Djufri Taufik di ruangan khusus, dia mengikuti rapat di PTUN.
"Setelah itu, saya memantau CCTV di ruangan saya, saya melihat ada yang mencurigakan. Banyak mobil yang terparkir di halaman Rutan. Lalu saya putuskan ke sana," kata Denny ke wartawan usai temui BK, di komplek DPR, Jakarta.
Lanjut Denny, pemasangan kamera tersembunyi merupakan bagian dari tugas pengawasan dan program kementerian.
"Kalaupun ada yang mengatakan ini kebetulan, ya Alhamdulillah, berarti saya beruntung," lanjut Denny.
Dalam pertemuan dengan BK DPR tadi, Denny menyerahkan tambahan data pendukung, yaitu, buku tamu, BAP, kliping pemberitaan, daftar hadir Kemenkumham, rekaman video, foto dan rekaman CCTV.
[ald]
BERITA TERKAIT: