Bukankah kalau Anas mengundurkan diri menjadi pembenar bahwa dirinya terlibat dalam kasus korupsi sebagaimana disebut Nazaruddin? Ruhut punya penjelasan lain.
"Saya katakan mundur sementara, supaya terang benderang. Ini kasus paling lama 6 bulan (selesai)," kata Ruhut saat diwawancara
TV One (Kamis malam, 2/2).
Ruhut menambahkan, dirinya sangat sedih sampai-sampai Anas didemo di rumahnya yang terletak di Duren Sawit. Memang benar itu suara minoritas seperti dikatakan Anas. Tapi, kata dia, tetap saja hal itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Suara minor dan mayor tetap saja suara Demokrat.
"Aku berdoa sahabatku Anas tidak terlibat. Tapi kalau terlibat susah (nanti) lagi membangun (Demokrat). Karena itu saudaraku Anas, legowolah," pinta Ruhut.
Kalau tidak mau legowo, lanjut Ruhut, maka Anas harus melawan Nazaruddin. Jangan cuma mengatakan omongan Nazar hanya asumsi atau hanya ilusi.
"Aku maunya Anas ngomong tidak terlibat dengan Hambalang. Kalau terlibat krekk," kata Ruhut sambil menggeret lehernya dengan tangan kanan.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: