Berbeda dengan para calon gubernur lainnya yang mengalami tren penurunan elektabilitas versi Cyrus Network, empat jenderal ini tidak. Dua jenderal mengalami kenaikan dan selebihnya stagnan.
Hal itu berdasarkan hasil tracking survei Cyrus Network pada 23-28 Januari dan dirilis kemarin dan dimuat di situs resminya, www.cyrusnetwork.com. Survei ini melibatkan 500 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/-4,38 persen.
Dua jenderal mengalami kenaikan elektabilitas itu adalah Nachrowi-Ramli dan Hendardji Supandji. Elektabilitas Nachrowi naik 0,3 dari 2,0 persen pada dua pekan lalu dan saat ini menjadi 2,3 persen. Sehingga saat ini Ketua DPD Demokrat Jakarta itu nangkreng di urutan keenam dari sebelumnya duduk di urutan kesembilan.
Sementara Hendardji Supandji naik satu persen dari sebelumya 0,3 persen saat ini elektabilitasnya menjadi 1,3 persen. Meski, dalam hasil survei Cyrus Hendardji tetap di urutan buncit.
Selain Nachrowi dan Hendardji, yang juga mengalami kenaikan adalah presentase masyarakat yang tidak tahu siapa calon gubernur yang akan ia pilih. Presentasenya naik 6 persen menjadi 22,3 persen dari sebelumnya 16,3 persen.
Dua jenderal yang tingkat elektabilitasnya stagnan adalah Prijanto dan Nono Sampono. Meski stagnan, dua jenderal naik peringkat karena bakal calon lain mengalami penurunan.
Karena itu, Prijanto naik satu peringkat ke urutan kelima menggeser Wanda Hamidah. Sedangkan Wanda terjun ke urutan kedelapan. Sementara Nono juga naik satu peringkat ke urutan tujuh menggeser Sandiago Uno, yang saat ini berada di urutan kesembilan.
Berikut hasil survei Cyrus selengkapnya.
Fauzi Bowo 23,8 persen; Joko Widodo 15,5 persen; Tantowi Yahya 11,5 persen; Faisal Basri 10,5 persen; Prijanto 4,3 persen; Nachrowi-Ramli 2,3; Nono Sampono 2,3; Wanda Hamidah 2,0 persen; Sandiaga S. Uno 1,8 persen; Triwisaksana 1,5 persen; Alex Noerdin 1,3 persen; Hendardji Supandji 1,3 persen; dan menjawab tidak tahu 22,3 persen.
Bandingkan hasil survei pada dua pekan lalu yaitu, Fauzi Bowo 24,0 persen; Joko Widodo 17,3 persen; Tantowi Yahya 12,3 persen; Faisal Basri 12,0 persen; Wanda Hamidah 4,7 persen; Prijanto 4,3 persen; Sandiaga S. Uno 2,7 persen; Nono Sampono 2,3 persen; Nachrowi-Ramli 2,0 persen; Triwisaksana 1,7 persen; Hendardji Supandji 0,3 persen; dan menjawab tidak tahu 16,3 persen. [zul
BERITA TERKAIT: