Kesepuluh kamp pengungsian itu adalah bekas kantor Gubernur, Mess Mersetipier, Balai Perikanan, Mushola Al Khaeriyah, Aula Tipan A, Aula SMK 2. Selebihnya terdapat di Kantor Lurah Takoma, di Rumah Warga yaitu Hj. Jadid dan di Keraton Ternate serta Kantor Kadin.
Hal itu dikemukakan Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan tertulis yang diterima siang ini (Minggu, 1/1).
Dari 3.490 pengungsi itu, terdapat sekitar 465 orang merupakan kelompok rentan. Kelompok rentan terdiri atas bayi, balita, anak-anak, wanita hamil atau menyusui, penyandang cacat dan orang lanjut usia.
"Selama tanggap darurat kelompok rentan diberikan prioritas dalam penyelamatan, evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan dan psikososial," jelasnya.
Untuk menangani bencana, sambungnya, Tim Reaksi Cepat BNPB terus memberikan pendampingan; bantuan dana siap pakai Rp 1,1 milyar dan logistik serta peralatan senilai Rp 357 juta kepada BPBD Maluku Utara dalam penanganan darurat.
"Telah disalurkan berbagai bantuan ke pengungsi," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: