Lebih dari 50 ribu demonstran berkumpul di dekat istana Kremlin, tempat akan ditetapkannya Partai Rusia Bersatu pimpinan Vladimir Putin sebagai pemenang Pemilu.
Para demonstran yang tergabung dari semua elemen masyarakat Rusia mulai dari kelompok komunis, nasionalis hingga kelompok yang pro barat ini menolak pengumuman pemenang Pemilu yang akan diumumkan pada hari ini (Minggu, 11/12) waktu setempat.
"Tikus harus pergi! Penipu dan pencuri kembalikan Pemilu kami!," teriak para demonstran, sebagaimana dikutip
Aljazeera (Minggu, 11/12).
Selain itu para demonstran ini juga menuntut diadakannya Pemilu ulang, mundurnya Vladimir Churov sebagai Ketua Komisi Pemilu, dan penyelidikan dugaan kecurangan Pemilu serta menuntut pemerintah untuk membebaskan para pengunjuk rasa yang ditahan.
Diberitakan sebelumnya bahwa polisi telah menahan sedikitnya 1.000 pengunjuk rasa yang menggelar aksi tak lama setelah hasil pemungutan suara diumumkan pada hari Jumat (9/12).
Tampak sejumlah nama terkenal dalam dunia politik Rusia yang tergabung dalam demonstrasi terbesar di Rusia pasca runtuhnya Uni Soviet ini. Para tokoh tersebut, antara lain, aktivis muda seperti Yevgenia Chirkova, mantan PM Mikhail Kasyanov dan mantan deputi perdana menteri di zaman Boris Yeltsin, Boris Nemtsov.
[ysa]
BERITA TERKAIT: