Cak Imin Hancurkan Citra Indonesia yang dengan Susah Payah Dibangun SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 26 November 2011, 10:30 WIB
Cak Imin Hancurkan Citra Indonesia yang dengan Susah Payah Dibangun SBY
sby/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebulan belakangan ini kerap menghadiri dan menyelenggarakan berbagai forum internasional yang dihadiri berbagai kepala negara. Pada awal bulan ini (2/11), Presiden menyampaikan pidato kunci pada pertemuan UNESCO di Paris dan hari berikutnya mengikuti pertemuan G20 di Cannes, Perancis. Tak lama setelah itu, SBY kembali menghadiri forum internasional. Kali ini Presiden menghadiri forum APEC di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada Sabtu-Minggu, (12-13/11).

Dan puncaknya, tentu saja saat Indonesia menjadi tuan rumah acara KTT ASEAN di Bali, pekan lalu. Dan tak boleh dilupakan, kesuksesan Indonesia menyelenggarakan SEA Games di Palembang dan Jakarta juga turut menyumbang citra positif bagi negeri ini.

Serangkaian pertemuan yang dihadiri dan diselenggarakan Presiden SBY tersebut diyakini tujuannya adalah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah sebuah negara maju, berkembang pesat, pertumbuan industri tinggi. Tak hanya itu, SBY juga ingin mengatakan Indonesia siap menerima investor asing.

Tapi, citra positif yang telah dibangun Presiden SBY itu dinilai Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan saat ini hancur tak berguna lagi. Hal ini karena adanya rentetan unjuk rasa buruh yang berlangsung ricuh di beberapa daerah belakangan ini, seperti di Papua, Batam, dan Bekasi. Apalagi, untuk kerusuhan di Batam dan Papua, tentu saja menyita perhatian dunia. Karena Batam adalah memang dibangun sebagai kota industri dan bisnis dan Papua, buruh yang melakukan protes adalah buruh perusahaan asal Amerika Serikat, PT. Freeport.

"Jadi ini sebenarnya SBY sedang melakukan satu pekerjaaan sia-sia dalam hidupnya. Seluruh kerja SBY ini hancur dalam 1-2 hari ketika buruh tidak bisa diurus. Ibaratnya, kemarau setahun hancur gara-gara hujan sehari. Inilah nasib SBY dalam kasus buruh di Bekasi, Batam dan lain-lain," katanya kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang.

Dalam konteks itulah, mantan Koordinator Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia '98 ini mempertanyakan apa yang telah dikerjakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Karena, kata Syahganda, salah satu tugas Menakertrans adalah untuk membantu Presiden menciptakan iklim usaha bisnis yang kondusif. Tapi, dengan gencarnya buruh menggelar unjuk rasa bahkan berakhir anarkis, tegas Syahganda menambahkan, membuktikan bahwa Ketua Umum PKB, yang akrab disapa Imin itu, gagal dalam menjalankan tugasnya. Hal ini otomatis bisa mempengaruhi rencana investor untuk menanamkan saham di negeri ini.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA