Pasalnya, belum lama ini, tepatnya April tahun lalu, demo ribuan karyawan perusahaan galangan kapal PT Naninda di kota tersebut juga berakhir ricuh dan bahkan sempat merenggut nyawa buruh.
"Belajar dari itu, Batam yang kita andalkan sebagai barometer kemajuan industri kita, harusnya bisa menjadi perhatian pusat. Yang saya sesalkan kenapa bisa terjadi kerusuhan seperti lagi," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada
Rakyat Merdeka Online petang tadi (Jumat, 25/11).
Kerusuhan yang sama juga terjadi di Bekasi. Buruh demo bergejolak bahkan sampai bakar-bakaran. Makanya tak pelak buruh bentrok dengan aparat keamanan. Tak hanya itu, kisruh buruh di Freeport juga sampai saat ini belum ditemukan solusinya.
Karena itulah Syahganda tak habis pikir, kenapa Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar masih mengerjakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan ketenagakerjaan pada saat para buruh menggelar unjuk rasa. Ketua Umum PKB itu malah sibuk menggelar Kirab Resolusi Jihad NU sejak Minggu lalu.
"Kelihatan Pak Muhaimin itu lebih banyak, bisa kita lihat di media,
ngurusin urusan diluar ketenagakerjaan. Akhirnya tidak terpantau apa yang menjadi keresahan di kalangan buruh," beber mantan Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) '98.
"Menteri Tenaga Kerja sibuk
ngurus Kirab Resolusi jihad, yang seharusnya dia lebih konsentrasi pada urusan yang menjadi tupoksinya. Apalagi Presiden pada saat
reshuffle kabinet lalu meminta, kalau bisa para menteri bekerja 24 jam di bidangnya," tandas Syahganda.
[zul]
BERITA TERKAIT: