Meski begitu, Partai Golkar tidak merasa terancam. Karena Golkar juga saat ini berada dalam barisan partai koalisi pemerintahan.
"Tidak. Karena kita pun berkoalisi dengan PAN dan Demokrat di kabinet. Ini (pernikahan) hanya memperkuat silaturrahmi kedua pimpinannya saja dan itu sah-sah saja," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 24/11).
Bagi Golkar, pernikahan itu tidak akan serta merta membuat Partai Demokrat dan Presiden mengajukan Ketua Umum PAN yang juga Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menjadi calon presiden pada 2014 mendatang. Karena perlu kalkulasi yang matang untuk menentukan siapa yang akan didukung.
"Terlampau jauh berpikiran itu. Kita tidak berpikir sejauh itu. Kita berpikir normal-normal saja. Karena ini politik, menentukan Republik-1 itu tidak hanya berbicara seperti itu. Tidak sedangkal itu. Perlu pertimbangan khusus yang matang. Jadi tidak mudah menarik kesimpulan seperti itu," demikian Leo.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: