Soal Elektabilitas, Tantowi Yahya Salip Foke

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 17 November 2011, 15:28 WIB
Soal Elektabilitas, Tantowi Yahya Salip Foke
tantowi yahya/ist
RMOL. Meski tanpa sosialisasi massif, elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar, Tantowi Yahya, berhasil menyalip elektabilitas calon Gubernur incumbent Fauzi Bowo.

Menurut survei yang dirilis Median Survei Nasional, elektabilitas Tantowi sudah mencapai 23,5 persen, sedangkan Foke berada di angka 22,9 persen. Akseptabilitas dan Elektabilitas Tantowi juga jauh meninggalkan Prya Ramadhani, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tingkat  keterpilihan Prya hanya 0,1 persen.  Karena tingkat popularitas, akseptablitas, serta elektabilitasnya rendah, ditambah bapak dari artis Nia Ramadhani hanya berniat menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.   

Walaupun perbedaannya tipis, angka ini menurut Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median Survei Nasional, lewat surat elektronik siang ini (Kamis, 17/11) perolehan Tantowi sebenarnya sudah melonjak drastis dari elektabilitas Tantowi pada bulan April-Mei.

Karena pada survei sebelumnya, elektabilitas Tantowi hanya berkisar 7 persen. Namun dalam waktu 6 bulan melonjak drastis hingga mencapai 23,5 persen.  Rico yakin jika Tantowi konsisten melakukan sosialisasi dengan terjun ke kantong-kantong masyarakat, elektabilitas Tantowi akan terus merangkak naik. Terlebih, jika DPP Partai Golkar sudah secara tegas memberikan dukungannya kepada anggota Komisi I DPR RI ini.   

"Pada bulan April-Mei elektabilitas Foke yang tinggi memang wajar karena dia incumbent dan figur pengganti alternatif belum banyak terdengar kemunculannya, namun saat ini sudah banyak figur alternatif yang menyatakan minatnya menjadi Gubernur DKI. Angka ini menunjukkan warga DKI memang mengharapkan munculnya figur baru, menggantikan Foke dan Tantowi paling berpotensi head to head dengan Foke," ujar Rico.

Median Survei Nasional dan The Future Institute menggelar survei pada 19-25 September 2011. Populasi yang diambil adalah warga Jakarta yang mempunyai hak pilih dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012. Jumlah sampel yang diambil adalah 845 dengan margin of error sebesar 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Lembaga ini menggunakan teknik Multistage Random Sampling dan system proporsional berdasarkan wilayah kota madya dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA