Sebelumnya, ada yang menyebut, Busyro bersuara lantang sebagai salah satu trik agar dia kembali terpilih jadi Ketua KPK dalam
fit and proper test yang digelar Komisi III DPR.
"Jika (betul) manuvernya (Busyro) seperti ini, bisa dinilai sebagai manuver salah kaprah," tegas deklarator Pengawas KPK, Neta S Pane, kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Menurut Neta, seharusnya Busyro tidak bermanuver dengan cara curhat dan mengumbar omongan. Akan lebih baik, misalnya, Busyro segera memerintahkan
jajarannya memeriksa beberapa perusahaan minyak dan gas yang dianggapnya sudah mengemplang pajak. Kemarin, KPK mengaku menyurati presiden soal perusahaan Migas yang menunggak pajak.
"(Dengan itu) publik maupun para pimpinan baru KPK akan melihat Busyro
sebagai figur yang punya kapabilitas," tandasnya.
Soal motif Busyro mengkritik gaya hidup pejabat, juga dipertanyakan Wakil Ketua DPR Anis Matta kemarin.
"Menurut saya, komentar yang seperti ini mestinya mendapatkan penjelasan mengenai motif di balik itu. Publik perlu tanya apa motif pernyataan-pernyataan Pak Busyro menjelang pemilihan pimpinan dan ketua KPK?" kata Anis.
[zul]
BERITA TERKAIT: