Pimpinan Fraksi Hanura menyarankan agar bos lembaga anti korupsi itu tidak hanya mengkritik. "Alangkah lebih bagus, bisa dicari tahu apakah (segala yang dipakai DPR) itu dari hasil yang melanggar UU atau tidak. Itu yang paling utama," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 14/11).
Busyro memang belakangan ini di mata sebagian kalangan terlalu banyak omong. Dalam kasus mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin misalnya. Sejak Rabu lalu, dan terus diulang di banyak kesempatan, dia mengungakapkan akan ada tersang baru. Tapi sampai hari ini belum ada kepastian.
Terkait hal itu, Saleh mengimbau Busyro memberi kepastian. "Mudah-mudahan apa yang disampaikan itu terkait dengan ucapan ada tersangka baru, diumumkan saja. Agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan agar tidak saling menuduh," sarannya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: